Program WiSE India Bantu Remaja Perempuan di Desa Menatap Masa Depan STEM

0 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

Di banyak wilayah pedesaan India, akses ke pendidikan bertema sains dan teknologi sangat terbatas, terutama bagi remaja perempuan. WiSE India muncul untuk membuka kesempatan tersebut, dengan tujuan menumbuhkan ketertarikan dan keterampilan STEM sejak usia prauniversitas.

wise india - ilustrasi berita Program WiSE India Bantu Remaja Perempuan di Desa Menatap Masa Depan STEM

Inisiatif ini dirancang sebagai program intensif lima hari yang digelar di kampus Institut Teknologi India Bombay (IIT-B), menghadirkan pembelajaran praktis, pertemuan dengan tokoh perempuan inspiratif, serta keterlibatan aktif keluarga dan guru untuk menjaga keberlanjutan pendidikan peserta.

Asal-usul dan tujuan WiSE India

Program WiSE India dirintis oleh dua insinyur dan akademisi yang peduli dengan turunnya angka kelanjutan sekolah di kalangan gadis remaja di desa. Mereka mengajukan proposal tiga tahun yang kemudian menerima dana sebesar US$80.000. Program ini diselenggarakan setiap tahun pada minggu terakhir Maret, dimulai pada 2023, dengan target menjaring 160–200 peserta dari daerah pedalaman negara bagian Maharashtra dan Karnataka.

Dengan moto bahwa bakat itu merata tetapi kesempatan tidak, penyelenggara berharap program ini menjadi salah satu cara memperluas akses bagi anak perempuan agar tetap bersekolah dan membangun jalur karier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Metode pembelajaran: Break-Make-Program dan Winspirers

Pembelajaran intensif di WiSE India mengandalkan model Break-Make-Program (BMP) yang menekankan praktik langsung. Selama lima hari, para peserta tinggal di asrama kampus dan bekerja dalam tim kecil untuk membongkar, merakit kembali, dan mengembangkan gagasan baru terkait perangkat teknologi sederhana. Kegiatan meliputi pengenalan bioluminesensi dan mikrobiologi, eksplorasi kendaraan bawah air otonom, hingga perancangan robot kendali jarak jauh sebagai proyek puncak.

Selain praktek, program menampilkan sesi bersama Winspirers, yakni perempuan yang berhasil dalam berbagai bidang atau memiliki pengalaman hidup yang relevan. Kisah-kisah Winspirers dipilih khusus untuk menunjukkan bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penentu masa depan, dan memberi contoh nyata tentang ketahanan serta kreativitas perempuan di luar jalur akademis formal.

Seleksi peserta dan peran keluarga

Panitia menjaring peserta dengan menjalin kerja sama dengan 68 sekolah di kedua negara bagian. Guru menominasikan murid yang berprestasi di mata pelajaran matematika dan sains, sementara pemimpin komunitas merekomendasikan siswi yang dianggap akan mendapat manfaat paling besar. Peran keluarga dibuat krusial: orang tua diminta tidak sekadar memberi izin, tetapi juga berkomitmen mengikuti pertemuan daring triwulanan selama setidaknya empat tahun setelah anak mereka menyelesaikan program.

Keterlibatan berkala tersebut bertujuan memastikan dukungan rumah tangga terhadap kelanjutan sekolah dan mencegah putus sekolah yang sering terjadi ketika tekanan sosial dan ekonomi meningkat pada masa remaja.

Dampak awal di peserta dan cerita inspiratif

Adopsi konsep dan rencana pengembangan

Rangka kerja program ini kini mulai diadopsi oleh organisasi dan cabang lokal yang memiliki tujuan serupa. Beberapa kelompok regional telah menyesuaikan model BMP dan pendekatan Winspirers untuk kondisi lokal mereka, sedangkan beberapa pemimpin lokal bekerja membawa kegiatan serupa ke sekolah-sekolah terpelosok.

Para pendiri dan pengelola berharap konsep ini dapat diperluas ke wilayah lain di luar India. Permintaan informasi tentang penerapan model serupa datang dari beberapa negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Kesadaran dan jaringan lokal dianggap sebagai kunci untuk mereplikasi program secara efektif, sehingga lebih banyak remaja perempuan dari komunitas yang selama ini kurang tersentuh dapat melihat dan mempersiapkan masa depan di bidang STEM.

Penyelenggara menegaskan bahwa tujuan jangka panjang bukan sekadar memberikan pengalaman singkat, melainkan membekali peserta dengan keterampilan praktis, jaringan dukungan, dan informasi untuk membuat keputusan yang memberdayakan—sebuah upaya untuk mengurangi kesenjangan kesempatan dan membuka jalan bagi perempuan muda di pedesaan menuju karier di ilmu pengetahuan dan teknologi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %