Panduan e-scooter Dubai 2026: Izin, Aturan, Batas Kecepatan, dan Area Berkendara

0 0
Read Time:4 Minute, 0 Second

e-scooter Dubai semakin umum terlihat di jalanan kota sebagai solusi mobilitas mikro untuk perjalanan jarak pendek. Seiring meningkatnya pengguna, otoritas setempat menerapkan aturan ketat untuk menjamin keselamatan publik dan kelancaran lalu lintas.

e-scooter dubai - ilustrasi berita Panduan e-scooter Dubai 2026: Izin, Aturan, Batas Kecepatan, dan Area Berkendara

Panduan ini merangkum ketentuan izin, aturan keselamatan, batas kecepatan, tata cara pengajuan izin, area yang diizinkan untuk berkendara, serta sanksi yang berlaku bagi pelanggar.

E-Scooter Dubai dalam Sorotan Publik

Penggunaan e-scooter di Dubai diatur berdasarkan ketentuan resmi yang menetapkan usia minimum 16 tahun untuk pengendara, aturan yang juga berlaku untuk sepeda dan sepeda listrik. Kecepatan maksimum yang diizinkan bagi e-scooter adalah 20 km/jam. Setiap pengendara wajib memiliki izin yang dikeluarkan oleh Roads and Transport Authority (RTA) untuk dapat berkendara secara legal, kecuali pemegang surat izin mengemudi Uni Emirat Arab, surat izin mengemudi internasional yang masih berlaku, atau surat izin yang dikeluarkan oleh negara dalam daftar pengecualian yang ditetapkan pemerintah.

Ketentuan keselamatan dan peralatan

Peraturan keselamatan menekankan penggunaan helm pelindung yang wajib dipakai oleh semua pengendara, serta pakaian yang sesuai dan sepatu tertutup dengan sol anti selip. Pengendara dianjurkan memakai pakaian reflektif atau berwarna terang saat berkendara pada malam hari agar lebih mudah terlihat pengguna jalan lain. Larangan lain mencakup membawa beban berat yang dapat mengganggu keseimbangan, mengangkut penumpang, serta menggunakan earphone ganda atau telepon saat berkendara karena mengurangi kewaspadaan.

Spesifikasi teknis e-scooter juga diatur; kendaraan harus dirancang sesuai kondisi iklim dan standar yang ditetapkan, memiliki lampu depan dan belakang yang berfungsi, klakson yang terpasang pada stang, ban yang layak jalan, serta rem yang berfungsi di roda depan dan belakang.

Aturan lalu lintas, jalur, dan area larangan

Pengendara e-scooter diwajibkan mematuhi rambu-rambu jalur sepeda yang menandakan area yang diizinkan untuk berkendara dan tetap berada dalam marka yang ditetapkan. Selain itu, pengendara harus mengikuti semua aturan lalu lintas dan memberi prioritas pada pejalan kaki, termasuk melambat atau turun dari e-scooter di perlintasan pejalan kaki atau area keramaian. Terdapat juga tanda yang menunjukkan zona larangan berkendara yang harus dipatuhi untuk menghindari pelanggaran.

Pemerintah telah membangun jalur khusus untuk mikro-mobilitas di sejumlah lokasi sebagai bagian dari rencana tata ruang jangka panjang. Beberapa jalur yang saat ini terbuka untuk pengguna e-scooter mencakup Al Khawaneej Cycle Track, Mushrif Park, Al Warqaa, Al Mamzar Cycle Track, Al Mankhool, Al Karama, Al Qusais, Al Rigga/Muraqabat, Business Bay, Water Canal, Downtown, Dubai Greens, Dubai Marina, Internet City, Jumeirah Lake Towers, Jumeirah, City Walk, MBR Library, Al Shindagha, Muhaisnah 3, Umm Suqeim 3, Al Garhoud, Umm Hurair First, Al Safa Second, Al Barsha South Second, Al Tawar 1-4, dan lokasi lain yang telah ditetapkan.

Cara mengajukan izin dan pengecualian

Untuk berkendara pada jalur RTA dan zona aman yang ditentukan, pengendara wajib mengajukan izin melalui situs RTA atau aplikasi RTA Dubai dan Dubai Now. Proses pendaftaran memerlukan akun RTA atau Traffic File, yang dapat dibuat menggunakan UAE PASS atau dengan memasukkan detail Emirates ID atau paspor. Setelah verifikasi identitas melalui kode OTP, pelamar harus mengikuti pembelajaran teori daring dan lulus tes teori yang terdiri dari 20 pertanyaan pilihan ganda—proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar 20 menit.

Setelah lulus, izin elektronik akan diterbitkan dan dikirim melalui situs, SMS, atau email. Layanan penerbitan izin ini tidak dipungut biaya. Perlu diingat, pemegang SIM UAE, SIM internasional yang berlaku, atau SIM dari negara pengecualian tidak perlu mengajukan izin RTA.

Rental, transportasi umum, dan pemeriksaan pra-perjalanan

Bagi yang tidak memiliki e-scooter pribadi, tersedia layanan sewa dari operator yang disetujui RTA, termasuk dua operator internasional dan dua operator lokal. Layanan sewa dapat diakses melalui aplikasi mobile masing-masing operator yang mengharuskan koneksi internet untuk menemukan, membuka, dan mengakhiri perjalanan. RTA juga mengintegrasikan pembayaran e-scooter dengan nol Cards.

Sebelum memulai perjalanan, pengguna disarankan melakukan pengecekan keselamatan sederhana: periksa rem tangan secara manual, pastikan ban tidak rusak, dan lakukan pemeriksaan visual terhadap bodi e-scooter untuk mendeteksi retak atau kerusakan struktural. Jika ditemukan kerusakan, pengguna harus segera melaporkannya melalui aplikasi operator.

Denda dan pelanggaran yang umum

Penegakan hukum mencakup sejumlah pelanggaran dengan denda yang ditetapkan. Contoh sanksi meliputi denda Dh100 untuk pelanggaran batas kecepatan, Dh200 untuk berkendara tanpa izin RTA atau memarkir di zona yang tidak ditentukan sehingga mengganggu pejalan kaki atau lalu lintas, serta Dh300 untuk membawa penumpang dan berkendara di jalan dengan batas kecepatan lebih dari 60 km/jam. Ketentuan ini mengacu pada peraturan eksekutif yang mengatur penggunaan e-scooter di kota.

Patuhi peraturan yang berlaku untuk menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lain, serta menghindari sanksi administratif. Dengan memahami izin, aturan teknis, dan zona berkendara, e-scooter dapat menjadi pilihan transportasi yang aman dan nyaman di Dubai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %