Telus Minta Penguncian Perangkat Dikembalikan, CRTC Pernah Larang pada 2017

0 0
Read Time:3 Minute, 44 Second

Telus mengajukan permohonan kepada CRTC agar penguncian perangkat kembali diizinkan dalam periode sementara 60 hari sejak aktivasi, dengan alasan untuk menekan kasus pencurian dan penipuan yang menurut perusahaan meningkat. Permintaan ini diajukan sebagai bagian dari upaya Telus untuk mengubah Wireless Code dan juga mencakup permintaan otorisasi sementara sampai aturan tersebut direvisi.

penguncian perangkat - ilustrasi berita Telus Minta Penguncian Perangkat Dikembalikan, CRTC Pernah Larang pada 2017

Operator nasional yang berbasis di Vancouver itu mengatakan akan mulai menerapkan penguncian perangkat pada 30 Juli 2026, kecuali jika ada keputusan regulator yang melarangnya. Rincian permohonan menyebut penguncian hanya akan berlaku bagi perangkat yang disubsidi atau dibiayai bersamaan dengan kontrak layanan nirkabel.

Permintaan Telus dan rincian pengajuan

Dalam pengajuannya pada Mei 2026, Telus meminta CRTC meninjau Wireless Code untuk memasukkan aturan baru yang mengizinkan penguncian perangkat sementara selama 60 hari dimulai pada hari aktivasi. Perusahaan menyampaikan keinginan agar penguncian bersifat otomatis dan terlepas secara otomatis pula setelah 60 hari, dengan ketentuan akun pelanggan tetap dalam kondisi baik.

Telus menegaskan penguncian perangkat hanya berlaku untuk “subsidized or financed devices provided in conjunction with a wireless services term contract” dan menguraikan pengecualian bagi pelanggan yang membutuhkan pembukaan kunci lebih awal karena alasan sah seperti perjalanan atau ingin berpindah operator. Namun, perusahaan juga meminta izin sementara agar dapat langsung menerapkan kebijakan tersebut sampai ada perubahan permanen pada kode nirkabel.

Alasan Telus minta penguncian perangkat

Perusahaan beralasan bahwa pelaku kejahatan semakin memanfaatkan ponsel yang mudah dialihkan untuk keperluan jual-beli cepat, sehingga mendorong meningkatnya perampokan dan tindakan kriminal lain. Dalam pengajuannya, Telus menyebut ponsel yang tidak terkunci menjadi “mata uang likuid” yang memicu kejahatan kekerasan, menurut klaim perusahaan.

Selain itu, Telus mengatakan bahwa penipuan terkait perangkat juga meningkat, termasuk penggunaan identitas curian untuk membuka akun baru yang merugikan korban secara kredit, serta pembajakan akun yang memungkinkan aktivitas tanpa izin pada akun pelanggan yang sah. Telus menyebut praktik penguncian akan membantu mengurangi daya jual perangkat curian dan mengurangi insentif kriminal.

Sejarah larangan dan respons CRTC

CRTC pernah melarang praktik penguncian perangkat pada 2017 dan menghapus biaya pembukaan kunci, langkah yang memudahkan konsumen berpindah penyedia tanpa terikat perangkat. Larangan tersebut diberlakukan untuk melindungi kepentingan konsumen dan memberi kebebasan pilihan layanan.

Menanggapi permintaan Telus, CRTC dalam surat bertanggal 8 Juli menyatakan bahwa aturan Wireless Code saat ini tetap berlaku kecuali Komisi membuat keputusan berbeda. Namun regulator juga menyatakan akan mempertimbangkan permintaan otorisasi sementara 60 hari dan memberikan kesempatan bagi Telus serta pihak berkepentingan lain untuk memberikan komentar. CRTC mengarahkan seluruh pengajuan terkait penguncian perangkat untuk dibawa ke proses peninjauan kode perlindungan konsumen yang sedang berlangsung.

Respons ini berbeda dengan keputusan CRTC terhadap kasus operator lain pada tahun sebelumnya, di mana permintaan serupa ditolak. Ketika sebuah operator mengunci perangkat selama 60 hari pada tahun sebelumnya dan melanggar Wireless Code, CRTC memerintahkan operator itu menghentikan praktik tersebut. Sekretaris jenderal dan wakil presiden eksekutif CRTC, Marc Morin, menulis bahwa penguncian ponsel tidak demi kepentingan konsumen dan belum terbukti perlu untuk mengatasi peningkatan kejahatan atau kerugian finansial industri nirkabel.

Masalah praktik dan kekhawatiran konsumen

Meskipun Telus menguraikan pengecualian untuk pembukaan kunci lebih awal, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa mekanisme itu tidak selalu berjalan lancar. Dalam kasus operator yang sebelumnya menerapkan penguncian 60 hari, banyak pelanggan mengeluh bahwa perangkat mereka gagal dibuka kuncinya dalam jangka waktu yang dijanjikan, meninggalkan konsumen dengan perangkat yang tetap terkunci meski sudah memenuhi syarat.

Kekhawatiran lain adalah potensi dampak pada persaingan saat satu operator menerapkan penguncian sementara sementara pesaing tidak, yang menurut Telus pernah memicu pergeseran pola kejahatan. Telus berargumen bahwa penguncian oleh satu operator membuat perangkat curian dari operator tersebut sulit dijual sehingga mendorong pelaku kriminal beralih ke target dari operator lain. Klaim ini mencerminkan dinamika kompleks antara tindakan pencegahan dan efek samping terhadap pasar dan konsumen.

Apa yang terjadi selanjutnya

Proses selanjutnya akan bergantung pada keputusan CRTC dan masukan dari pihak berkepentingan. CRTC telah membuka ruang untuk mempertimbangkan permintaan otorisasi sementara dan mengarahkan pihak-pihak terkait untuk menyampaikan pandangan mereka dalam kerangka peninjauan kode perlindungan konsumen yang sedang berjalan.

Sementara itu, Telus menyatakan niatnya untuk mulai menerapkan penguncian perangkat pada 30 Juli 2026 jika tidak ada larangan. Namun, sampai regulator membuat keputusan eksplisit, aturan Wireless Code yang melarang penguncian perangkat tetap dinyatakan berlaku oleh CRTC.

Pergeseran kebijakan ini akan diawasi ketat oleh konsumen, regulator, dan operator lain mengingat implikasinya terhadap perlindungan konsumen, persaingan industri, dan upaya pencegahan kejahatan yang menjadi alasan utama pengajuan tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %