Industri Siaga Hadapi Akhir 3G: Dampak pada Perangkat dan Tanggung Biaya
Pengumuman penghentian layanan 3G oleh operator membuat industri yang masih bergantung pada jaringan tersebut berada dalam posisi siaga. Akhir 3G memunculkan kebutuhan penggantian modem dan perangkat komunikasi pada sejumlah peralatan industri, seperti sistem panggilan darurat lift.

Penarikan layanan 3G juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menanggung biaya penggantian perangkat dan seberapa luas skema pembagian biaya tersebut. Pemerintah disebut akan memainkan peran kunci dalam menilai rencana perlindungan pengguna sebelum memberikan izin penutupan sebagian layanan.
Akhir 3G dan alasan operator
Jaringan 3G yang diperkenalkan pada 2003 kini memasuki tahap akhir masa operasionalnya. Operator seluler utama telah mengumumkan penghentian penerimaan pelanggan baru untuk layanan 3G karena jumlah pelanggan menurun drastis. Data Kementerian Sains dan ICT menunjukkan bahwa hingga Juni tahun ini terdapat 328.124 saluran ponsel 3G, sekitar 0,6 persen dari seluruh saluran ponsel.
Peralihan pelanggan ke LTE dan 5G membuat kebutuhan untuk mempertahankan jaringan 3G semakin berkurang, sehingga operator memilih memfokuskan sumber daya pada jaringan generasi terbaru.
Dampak pada perangkat industri
Di lingkungan industri, situasinya berbeda dari penggunaan konsumen. Berbagai perangkat Internet of Things (IoT) industri — salah satunya sistem panggilan darurat di lift — masih mengandalkan jaringan 3G. Di beberapa lift, ketika penumpang terjebak dan menekan tombol darurat, modem 3G yang terpasang akan melakukan panggilan otomatis ke ruang kendali atau perusahaan pemeliharaan melalui jaringan seluler.
Skop penggantian perangkat bergantung pada jenis perangkat itu sendiri. Jika perangkat hanya perlu modem yang mendukung jaringan penerus seperti LTE, penggantian dapat terbatas pada modem saja. Namun, ada juga perangkat yang hanya kompatibel dengan modem 3G dan sulit diadaptasi; pada kasus itu diperlukan penggantian sebagian modul komunikasi atau keseluruhan perangkat panggilan darurat.
Masalah biaya dan tanggung jawab
Salah satu isu pusat yang belum diselesaikan adalah siapa yang bertanggung jawab membiayai penggantian perangkat. Industri menekankan bahwa 3G masih banyak digunakan di jalur IoT industri, sehingga beban pergantian bisa berarti pengeluaran besar untuk pelaku usaha yang mengoperasikan perangkat tersebut.
Landasan hukum dan peran pemerintah
Undang-Undang Usaha Telekomunikasi memberi dasar bagi pemerintah untuk memerintahkan penyedia layanan bertanggung jawab dalam perlindungan pengguna. Pasal 19 ayat 2 menyatakan bahwa jika menteri menilai perlindungan pengguna terpisah diperlukan, menteri dapat memerintahkan penyedia layanan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk bertindak atas nama pelanggan dalam pengalihan langganan dan menanggung biaya yang terkait.
Meski demikian, undang-undang tidak merinci batasan biaya spesifik seperti biaya penggantian modem atau biaya pemasangan perangkat, sehingga proses penentuan skema pembiayaan perlu melalui kajian administratif.
Proses persetujuan penghentian layanan
Penutupan jaringan 3G tidak dapat berlangsung serta-merta. Operator yang ingin menutup sebagian usahanya harus mengajukan permohonan persetujuan kepada pemerintah. Kementerian Sains dan ICT akan menelaah permohonan tersebut beserta rencana perlindungan pengguna yang diajukan operator.
Jika kementerian menilai perlindungan pengguna memerlukan langkah khusus, kementerian dapat memerintahkan operator untuk menyediakan layanan konversi langganan atau menanggung biaya terkait. Jika langkah-langkah tersebut dinilai memadai, maka persetujuan penutupan dapat diberikan.
Skala jalur IoT dan langkah berikutnya
Skala jalur IoT yang masih menggunakan 3G belum dapat dipastikan. Laporan menunjukkan angka total jalur IoT operator mencapai angka yang tercatat dalam data internal, namun statistik kementerian tidak memisahkan jalur IoT menurut generasi jaringan seperti 3G, LTE, atau 5G. Karena itu, sulit memastikan berapa banyak jalur IoT yang benar-benar bergantung pada 3G.
Kementerian menyatakan akan menelaah persoalan terkait untuk memastikan tidak terjadi kebingungan dalam proses transisi jalur industri 3G. Sementara itu, operator menyatakan akan menerapkan standar dukungan pengalihan yang sama seperti untuk pelanggan individu dan membuka konsultasi khusus untuk jalur berskala besar atau penggunaan khusus melalui instansi terkait.



